Minggu, 13 November 2016

kinematika

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa berkat limpahan dan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tugas. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah FisikaDalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu kami menulis makalah ini, kepada Yth:
1.      Ibu Yuni selaku dosen mata kuliah
2.      Rekan – rekan satu kelompok yang sudah saling bekerja sama dalam penulisan makalah ini
3.      Rekan – rekan prodi matematika kelas B
4.      Orang tua kami yang telh memberikan baik moril maupun materi
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun , dari rekan rekan pembaca dan khususnya dari dosen mata kuliah guna menjadi acuan dalam hal bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik di masa yang akan datang.            Batam, 25 November 2015 
 DAFTAR ISICOVER          …………………………………………………………………………...     0KATA PENGANTAR           …………………………………………………………..      1DAFTAR ISI  …………………………………………………………………………..      2BAB I – PENDAHULUAN1.      LATAR BELAKANG           …………………………………………………..      3
2.      RUMUSAN MASALAH      ………………………………………………….       3
3.      TUJUAN PENULISAN        …………………………………………………..      3
BAB II – PEMBAHASAN
1.      GERAK LURUS       …………………………………………………………...     4
2.      GERAK PARABOLA           …………………………………………………...     9
3.      GERAK ROTASI      …………………………………………………………...     12
BAB III – PENUTUP1.      KESIMPULAN          …………………………………………………………..      18
2.      SARAN          …………………………………………………………………..      18
DAFTAR PUSTAKA            …………………………………………………………..      19
 BAB IPENDAHULUANI. Latar Belakang            Fisika adalah salah satu ilmu pasti yang dalam kajiannya terbatas pada fisik benda. Salah satu kajian dalam fisika ialah mengenai gerak benda yang istilah fisikanya disebut mekanika. Dalam bahasan mekanika,gerak suatu benda dispesifikasi menjadi dua ranting bahasan yakni kiematika serta dinamika. Kinematika menjabarkan mengenai gerakan benda tanpa mengaitkan apa penyebab benda tersebut bergerak. Sedang dinamika mengulas mengenai gerakan benda dengan menghubungkan apa yang  menyebabkan benda tersebut bergerak. Jadi dalam mengulas tentang gerakan suatu benda, dapat dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan kinematika atau dinamika.            Menelaah tentang gerakan suatu benda dapat memberikan informasi penting masalah benda tersebut, apalagi benda yang menjadi objek adalah benda dinamis. Misalnya dengan mempelajari gerakan pesawat atau traktor, kita dapat meghitung berapa waktu serta jarak tempuh pesawat atau traktor tersebut. Jadi dengan mempelajari gerakan suatu benda, kita dapat memetakan semua informasi yang berhubungan dengan gerakan benda tersebut, salah satunya ialah kecepatan benda.II. Rumusan MasalahSeusai dengan latar belakang diatas, maka makalah ini akan membahas tentang :1.      Apa ruang lingkup pembahasan kinematika ?
2.      Apa yang  dimaksud dengan Gerak Lurus ?
3.      Apa yang dimaksud dengan Gerak Parabola ?
4.      Apa yang dimaksud dengan Gerak Rotasi ?
III. Tujuan Penulisan            Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk :1.      Mengetahui ruang lingkup pembahasan kinematika
2.      Mengetahui yang dimaksud dengan Gerak Lurus
3.      Mengetahui yang dimaksud dengan Gerak Parabola
4.      Mengetahui yang dimaksud dengan Gerak Rotasi
BAB IIPEMBAHASAN            Dalam fisika, kinematika adalah cabang dari mekanika yang membahas gerakan benda tanpa mempersoalkan gaya penyebab gerakan.
1.      Gerak Lurus
a.       Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan V tetap (percepatan a = 0), sehingga jarak yang ditempuh S hanya ditentukan oleh kecepatan yang tetap dlaam waktu tertentu.
S = X = v . t ; a = Dv/Dt = dv/dt = 0
v = DS/Dt = ds/dt = tetap

 
Pada umumnya GLB didasari oleh Hukum Newton I
S = X = v . t ; a = Dv/Dt = dv/dt = 0
v = DS/Dt = ds/dt = tetap Tanda D (selisih) menyatakan nilai rata-rata.Tanda d (diferensial) menyatakan nilai sesaat. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah s = vt
Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah t = s / v
Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah v = s / t
 Kecepatan rata – rata
Rumus :V = ∆s / ∆t b.      Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat...sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Dalam artikel ini, kita tidak menggunakan istilah perlambatan untuk gerak benda diperlambat. Kita tetap saja menamakannya percepatan, hanya saja nilainya negatif. Jadi perlambatan sama dengan percepatan negatif.Contoh sehari-hari GLBB adalah peristiwa jatuh bebas. Benda jatuh dari ketinggian tertentu di atas permukaan tanah. Semakin lama benda bergerak semakin cepat. Kini, perhatikanlah gambar di bawah yang menyatakan hubungan antara kecepatan (v) dan waktu (t) sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan dipercepat.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdWutKlh-D_b6g9hIjK7l7yEYfxLEO2OyEWPMkb4StqQFRWsqr-VuD71IoU79eHNmiS6ZMaWXfT2skU9HYv6wQIPIXYJVYp43LoJu0fx3XO6eZtRwztKaMLSlPeXyFLDQLwfk2Ya1JVcLk/s320/fc7.bmp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6DTGlXhekp_DHY_aZs3ijYzOgDyRq3YQV2Qcj9dWIqG-hIFPEQszx4ixvDJyvVeDYhdcJkWPtxEO2ZN6oc_zgc4HBCgObdAPnucdKi9SbTK8N6GdEXbc6sZquv2mvXJqR21rcFcWv6dBa/s320/fc8.bmp
vo = kecepatan awal (m/s)vt = kecepatan akhir (m/s)a = percepatant = selang waktu (s)Perhatikan bahwa selama selang waktu t , kecepatan benda berubah dari vo menjadi vt sehingga kecepatan rata-rata benda dapat dituliskan: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmSlfKdhGvMbGLz6RHMkwIMssW4hc8DcteyshBeZFiNAwDy12Jr6cSnxmdNoGgL1Q4mXK49bnUNbwZiD2WPznTmPLWfpg4sxloDc656P3ufAsvjuljs5oXO1cOXU0kRnTc2Vrg7Ms3AYl-/s320/fa.bmp
Kita tahu bahwa kecepatan rata-rata : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipRj5bjvy6fHbnTs7mHl_YmNJDmYF6DB7WrOefI06-1KujwvtX_lLwF9ohoEO3MhYARzT_G-9YwgzNfz-u0Dx-eZ5JQ3239mvEGPyTBswYpVymu5b0Tnu0qSg8ZylF55FmB_vY2AWccSOK/s320/fb.bmp
 dan dapat disederhanakan menjadi :https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgq-oyiVZslDqZShbZFftWHHHo9iZRGD6qJ3FszggpTCGDZmUCcbRZLSjsK5CGhNwugp2CemlUGZSdgCK01fV59x2DUV_onvmg8vy7vhDDzO3_UTOrumsKWivTMH7VyxfddPcpnAzCqeSjE/s320/fc9.bmp S = jarak yang ditempuhSeperti halnya dalam GLB (gerak lurus beraturan) besarnya jaraktempuh juga dapat dihitung dengan mencari luasnya daerah dibawah grafik v - tBila dua persamaan GLBB di atas kita gabungkan, maka kita akan dapatkan persamaan GLBB yang ketiga..... https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFsDVaFkHOfUSXpHAtIARcMQYKtyVqMzSsywxPhcXCJrXVPIl_XYXNoDs4CvODx5fBIFWQvlGYkHU4071sqjBGoi2uYAdQbBjqvVEGoXrwEGKjhieDVrydez5i26TXVttLMxm6kAcnl_1k/s320/fb7.bmp          
Contoh-Contoh GLBB a. Gerak Jatuh Bebas Ciri khasnya adalah benda jatuh tanpa kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke bawah gerak benda semakin cepat.Percepatan yang dialami oleh setiap benda jatuh bebas selalu sama, yakni sama dengan percepatan gravitasi bumi (a = g) (besar g = 9,8 m/s2 dan sering dibulatkan menjadi 10 m/s2) https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_N0qs7IKh9-Qsjbhqq6pDxJvyU04v6GFyBG-LNRxswlb3sf7s7oqrVRhl30hHx3HAxIXiFcbqnXAYbsM6jokqND_trhuMiCPUJWOET8jnrTctkDuFz7meJPhJaCalPH4BDtMwhj1GKDTm/s320/fb8.bmp
 Rumus gerak jatuh bebas ini merupakan pengembangan dari ketiga rumus utama dalam GLBB seperti yang telah diterangkan di atas dengan modifikasi : s (jarak) menjadi h (ketinggian) dan vo = 0 serta percepatan (a) menjadi percepatan grafitasi (g).Coba kalian perhatikan rumus yang kedua....dari ketinggian benda dari atas tanah (h) dapat digunakan untuk mencari waktu yang diperlukan benda untuk mencapai permukaan tahah atau mencapai ketinggian tertentu... namun ingat jarak dihitung dari titik asal benda jatuh bukan diukur dari permukaan tanah https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK6Eh9E0ggACq79GlueDv7rJGrTEx4MZZmPBD34ApNntf5ElkwTdRQvyDfhzZMc8lAw0q3BO7W6bRXlc_f1M8mUtgEAP012-91pNfkNtpkli9HNDquI3TP3t6C6jDMicm3AGXoDDc1LyjC/s400/fb9.bmp sebagai contoh : Balok jatuh dari ketinggian 120 m berapakah waktu saat benda berada 40 m dari permukaan tanah? jawab : h = 120 - 40 = 80 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtIyoJx4XhYBe6B5fh_XYKdNeos1Ojd0rh1RvHqwPYuemHqkRrVAWADKax9YIXWqzQkb3uoLMtZ8YdgxgqHkhxBi3hFeBmLGClWpnNMpeXkW4ONJBEkZKXMmBJ5Rh_5W-_Q98JEOs0FuEN/s320/fd1.bmpt = 4 s 2. Gerak Vertikal ke Atas
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4I6FrLkKYqV4zjk34AsKF6Fj2pUNMrw397l74sbHpYhbAdNYtK2gupF-yMBH7pAeG6-ATHQ9XKuNYdUYQvgukCdvR7g_cu-JVCyClswzHGEXwf90G-fXnMjP1x17ZuXChSZqh-ks12_iz/s320/fd1.bmpSelama bola bergerak vertikal ke atas, gerakan bola melawan gaya gravitasi yang menariknya ke bumi. Akhirnya bola bergerak diperlambat. Akhirnya setelah mencapai ketinggian tertentu yang disebut tinggi maksimum (h max), bola tak dapat naik lagi. Pada saat ini kecepatan bola nol (Vt = 0). Oleh karena tarikan gaya gravitasi bumi tak pernah berhenti bekerja pada bola, menyebabkan bola bergerak turun. Pada saat ini bola mengalami jatuh bebas....Jadi bola mengalami dua fase gerakan. Saat bergerak ke atas bola bergerak GLBB diperlambat (a = - g) dengan kecepatan awal tertentu lalu setelah mencapai tinggi maksimum bola jatuh bebas yang merupakan GLBB dipercepat dengan kecepatan awal nol. Pada saat benda bergerak naik berlaku persamaan : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE58GNqLS7VKOB5yu2VQI5Q4OG32D2gnMjUDI3iz4BVcE9PxUh_BBlDN_Mp6YDI5asqqIPptE80_EAFPNssq_-GefrebY7nYDvoTOkN3JYa-omEdz6i_vTSE0leYUrkHfZqA9ybLOy7xQ2/s320/fd2.bmp vo = kecepatan awal (m/s)g = percepatan gravitasit = waktu (s)vt = kecepatan akhir (m/s)h = ketinggian (m) 3. Gerak Vertikal ke Bawah Berbeda dengan jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah yang dimaksudkan adalah gerak benda-benda yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal tertentu. Jadi seperti gerak vertikal ke atas hanya saja arahnya ke bawah. Sehingga persamaan-persamaannya sama dengan persamaan-persamaan pada gerak vertikal ke atas, kecuali tanda negatif pada persamaan-persamaan gerak vertikal ke atas diganti dengan tanda positif. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhto-MDHV_fof9N0WvrL5vX_s7MGuij7IXkloFhkLsH-PZ9UEYmvdBC0RDoS8y-VqY0Aec7sPWorZUUOfQBhxYz9KL5D1XW0hU09jufmvxwwvHJm6x_EQVFeJSOOWqoes8jifR_4RHZZPah/s320/fd3.bmp  2.      Gerak Parabola
Gerak parabola merupakan gerak dua dimensi suatu benda yang bergerak membentuk sudut tertentu (sudut elevasi) dengan sumbu x atau y. Bukan gerak yang lurus vertikal atau lurus horizontal. Sebagai ilustrasi kita melempar buah apel kepada teman yang berada di depan kita. Jika dicermati, lintasan yang dilalui oleh apel adalah parabola.
                        gerak parabola insta fisika
Gerak parabola merupakan gabungan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan.
Komponen sumbu xPada gerak parabola, komponen sumbu x merupakan komponen dari GLB, di mana kecepatan pada arah horizontal di posisi manapun adalah tetap (konstan). CATATAN PENTING : Komponen kecepatan awal (Vo) di sumbu x adalah Vox = Vo cos θ. Persamaan pada sumbu x diperoleh dari persamaan umum GLB. Tabel berikut menunjukkan persamaan gerak parabola pada sumbu x yang diambil dari persamaan umum GLB.


gerak parabola Komponen sumbu y            Pada komponen sumbu y, gerak parabola merupakan GLBB diperlambat karena berlawanan dengan gravitasi. Masih ingat 3 persamaan GLBB ? perlu diketahui perubahan simbol pada gerak parabola dari GLBB : posisi atau perpindahan benda disimbolkan dengan y ( pada GLBB disimbolkan s), percepatan menggunakan percepatan gravitasi -g karena ke arah atas (pada GLBB percepatan benda a). CATATAN PENTING : Komponen kecepatan awal (Vo) di sumbu y adalah Voy = Vo sin θ. Tabel berikut menunjukkan persamaan gerak parabola pada sumbu y yang diambil dari persamaan umum GLBB.
gerak parabola Menentukan Waktu untuk Ketinggian Maksimum (puncak)Ketinggian maksimum dicapai pada sumbu y, maka kita harus menggunakan tinjauan komponen sumbu y di atas. Pada ketinggian maksimum, kecepatan benda pada sumbu y adalah nol (Vy =0). sehingga diperoleh persamaan :
gerak parabola
Menentukan Waktu untuk kembali ke posisi/ketinggian semulawaktu yang ditempuh benda selama bergerak di udara dari posisi awak ke posisi akhir pada ketinggian yang sama adalah sama dengan 2 kali waktu yang diperlukan untuk mencapai ketinggian maksimum. Sehingga diperoleh persamaan :
gerak parabola
Menentukan Ketinggian Maksimumsama seperti tinjauan menentukan waktu untuk ketinggian maksimum di atas, namun kita gunakan persamaan kecepatan yang ke dua. Yaitu :gerak parabola Menentukan Jangkauan MaksimumJangkauan maksimum merupakan jarak maksimum yang ditempuh dalam sumbu x (arah horizontal). Untuk memperoleh persamaannya digunakan tinjauan pada sumbu x. Ingat untuk menentukan jarak pada arah horizontal digunakan persamaan  x = Vo sin θ x tx dimana besarnya tx = 2 tp.
gerak parabola Gerak setengah Parabola gerak parabolaGerak setengah parabola merupakan gerak suatu benda yang pada awalnya bergerak horizontal pada ketinggian tertentu, sehingga ketika jatuh ke bawah akan membentuk lintasan setengah parabola. Hal yang perlu diperhatikan pada gerak ini adalah :
1.                  Pada arah vertikal ke bawah berlaku persamaan gerak jatuh bebas h = ½ gt2
2.                  Pada arah horizontal berlaku persamaan GLB X = V x t          3.      Gerak Rotasi
Gerak rotasi adalah adalah gerak dari sebuah benda tegar dimana seluruh partikel di dalam benda tersebut bergerak dalam lingkaran yang pusatnya terletak pada garis lurus yang disebut sumbu rotasi.Momen Gaya (Torsi) Pada Gerak RotasiBenda dapat melakukan gerak rotasi karena adanya momen gaya. Momen gaya timbul akibat gaya yang bekerja pada benda tidak tepat pada pusat massa.
Gerak-rotasi.jpgMomen gaya yang bekerja pada benda menyebabkan benda berotasi.Gambar diatas memperlihatkan sebuah gaya F bekerja pada sebuah benda yang berpusat massa di O. Garis/kerja gaya berjarak d, secara tegak lurus dari pusat massa, sehingga benda akan berotasi ke kanan searah jarum jam. Jarak tegak lurus antara garis kerja gaya dengan titik pusat massa disebut lengan gaya atau lengan momen. Momen gaya didefinisikan sebagai hasil kali antara gaya (F) dengan jarak lengan gaya (d). Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.τ= F × dKarena d = r × sinθ, maka persamaan di atas menjadi sebagai berikut.τ= F × r × sinθKeterangan:τ : momen gaya (Nm) d : lengan gaya (m) F :gaya (N) r : jari-jari (m)Arah momen gaya dinyatakan oleh aturan tangan kanan. Bukalah telapak tangan kanan kita dengan ibu jari terpisah dari keempat jari yang lain. Lengan gaya d sesuai dengan arah ibu jari, gaya F sesuai dengan arah keempat jari, dan arah torsi sesuai dengan arah membukanya telapak tangan.Menentukan-arah-gaya-gerak-rotasi-300x145.jpgPenentuan arah momen gaya dengan kaidah tangan kananMomen gaya τ menyebabkan benda berotasi. Jika benda berotasi searah jarum jam, maka torsi yang bekerja pada benda bertanda positif. Sebaliknya, jika benda berotasi dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam, maka torsi penyebabnya bertanda negatif. Torsi-torsi yang sebidang dapat dijumlahkan.Apabila pada sebuah benda bekerja beberapa gaya, maka jumlah momennya sama dengan momen gaya dari resultan semua gaya yang bekerja pada benda tersebut. Secara matematis dapat dituliskan seperti di bawah ini. τO1 + τO2 +τO3 + ….

 Rd atau ΣτO =
 Rd
Momen Inersia Pada Gerak RotasiMomen inersia (kelembaman) suatu benda adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berputar terhadap porosnya. Nilai momen inersia suatu benda bergantung kepada bentuk benda dan letak sumbu putar benda tersebut.Moment-Inersia-Gerak-Rotasi-300x119.jpgMoment Inersia Gerak RotasiMisalkan kita memiliki sebuah batang ringan (massa diabaikan) dengan panjang R. Salah satu ujung batang, yaitu titik P, ditetapkan sebagai poros rotasi. Pada ujung batang yang lain dihubungkan dengan sebuah partikel bermassa m. Jika sistem diputar terhadap poros P , sehingga partikel berotasi dengan kecepatan v, maka energi kinetik rotasi partikel dapat ditulis sebagai berikut.Ek = ½ mMomen inersia dilambangkan dengan I, satuannya dalam SI adalah kgm2. Nilai momen inersia sebuah partikel yang berotasi dapat ditentukan dari hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel tersebut dari titik pusat rotasi. Faktor m × R2 merupakan momen inersia titik terhadap sumbu putarnya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.I = m · R2Keterangan:I : momen inersia (kgm2) R : jari-jari (m) m : massa partikel atau titik (kg)Benda yang terdiri atas susunan partikel (titik), jika melakukan gerak rotasi memiliki momen inersia sama dengan hasil jumlah dari momen inersia partikel penyusunnya.
I

= Σ
mi x Ri2 = (m1 × R21) + (m2 × R22) + (m3 × R23) + …
Pada gambar berikut, dilukiskan momen inersia pada gerak rotasi berbagai benda tegar homogen.Momen-inersia-gerak-rotasi-berbagai-benda-tegar-homogen-291x300.jpgMomen inersia pada gerak rotasi berbagai benda tegar homogenMomentum Sudut Pada Gerak RotasiPernahkah kita melihat orang bermain gasing? Mengapa gasing yang sedang berputar meskipun dalam keadaan miring tidak roboh? Pasti ada sesuatu yang menyebabkan gasing tidak roboh. Setiap benda yang berputar mempunyai kecepatan sudut. Bagaimana hubungan antara momen inersia dan kecepatan sudut?Momentum Sudut Gerak RotasiTitik A yang berotasi dengan sumbu O dan jari-jari R memiliki momentum m × v.Gambar di atas memperlihatkan titik A yang berotasi dengan sumbu putar O. R adalah jarak antara O dan A. Selama berotasi titik A memiliki momentum sebesar P = m × v.Hasil perkalian momentum dengan jarak R disebut momentum sudut, dan diberi notasi L.L = P × R L = m × v × R L = m ×  ω  × R × R L = m × R2 ×  ω  Apabila momentum sudut dihubungkan dengan momen inersia, maka diperoleh persamaan sebagai berikut.L = I × ω Keterangan:v : kecepatan linear (m/s) L : momentum sudut (kg m2s–1) m : massa partikel/tittik (kg) R : jarak partikel ke sumbu putar (m) ω : kecapatan sudut (rad/s) I : momen inersia (kg m2)Momen Kopel Pada Gerak RotasiKopel adalah pasangan dua gaya sama besar dan berlawanan arah yang garis-garis kerjanya sejajar tetapi tidak berimpit.Besarnya kopel dinyatakan dengan momen kopel (M), yaitu hasil perkalian salah satu gaya dengan jarak tegak lurus antara kedua gaya tersebut. Secra matematis dapat ditulis sebagai berikut.M = F × dKeterangan:M : momen kopel (Nm) F : gaya (N) d : jarak antargaya (m)Pengaruh kopel pada suatu benda memungkinkan benda tersebut berotasi. Jika kopel berotasi searah jarum jam diberi nilai negatif (–), dan jika berlawanan dengan arah jarum jam diberi nilai positif (+).Contoh kopel adalah gaya gaya yang bekerja pada jarum kompas di dalam medan magnetik bumi. Pada kutub utara dan kutub selatan jarum, bekerja gaya yang sama besar, tetapi arahnya berlawanan.Momen Kopel Pada Gerak RotasiGaya-gaya yang bekerja pada kedua kutub jarum kompas karena gerak rotasi                BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanGerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan V tetap (percepatan a = 0), sehingga jarak yang ditempuh S hanya ditentukan oleh kecepatan yang tetap dlaam waktu tertentu.Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat...sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan.Gerak parabola merupakan gerak dua dimensi suatu benda yang bergerak membentuk sudut tertentu (sudut elevasi) dengan sumbu x atau y. Bukan gerak yang lurus vertikal atau lurus horizontal.Gerak rotasi adalah adalah gerak dari sebuah benda tegar dimana seluruh partikel di dalam benda tersebut bergerak dalam lingkaran yang pusatnya terletak pada garis lurus yang disebut sumbu rotasi. B. SaranDengan kita belajar kinematika gerak ini, kita bisa membedakan gerak-gerak yang ada di dalam kehidupan kita sehri-hari.         DAFTAR PUSTAKA http://fisikazone.com/gerak-rotasi/https://billybagoesnugroho.wordpress.com/2014/04/23/gerak-rotasi/http://www.instafisika.com/2015/03/kelas-xi-materi-gerak-parabola.htmlhttp://mediabelajaronline.blogspot.co.id/2010/03/gerak-lurus-berubah-beraturan-glbb.html   







Tidak ada komentar:

Posting Komentar